RITUAL BUDAYA YANG PALING UNIK YANG MEMAKAN BIAYA MILIARAN RUPIAH.

 

RITUAL BUDAYA YANG PALING UNIK

YANG MEMAKAN BIAYA MILIARAN RUPIAH.

 

By; Vinsensius DP Ratu

 

ABSTRAK

Budaya yang beraneka ragam tentunya menjadi kebanggan kita Bersama di Negara kesatuan Republik Indonesia ini. Pernahkah anda berkunjung di daerah kabupaten ngada yang berada di bagian selatan? Disana hampir setiap suku masing-masing memiliki beberapa rumah adat yang unik.

Bukan saja hanya unik, tetapi pembuatan rumah adat tersebut tidaklah semudah membalikan telapak tangan, tetapi membutuhkan biaya yang fantastis yakni sekitar miliaran rupiah terhitung dari awal mulai sampai selesai proses ritual adat tersebut.

Mungkin saja anda berpikir bahwa pembuatan rumah adat tersebut mungkin sangat mewah karena membutuhkan biaya yang mahal, namun Ketika dilihat dari bentuk dan bahan pembuatan Rumah adat tersebut hanya menggunakan dinding yang terbuat dari puluhan lembar kayu papan yang sebagiannya diukir, sedangkan atap rumah adat tersebut terbuat dari bahan daun alang-alang yang diambil dari hutan atau di kebun milik suku itu sendiri atau warga di tempat itu.

Budaya yang lebih saya kenal adalah budaya kami yang berasal dari NTT (Nusa Tenggara Timur) khususnya di Kabupaten ngada kecamatan aimere desa warupele 1 kabupaten ngada yang sering dikenal dengan Ka ngadhu dan ka sa’o. Apa itu ka Ngadhu dan Ka Sa’o?

Ini Penjelasannya sebagai berikut:

Ka ngadhu kalau di terjemah lurus adalah makan ngadhu sedangkan ka sa’o kalau di terjemah lurus adalah makan Rumah. Padahal yang sebenarnya adalah acara makan Bersama atas sukuran pembuatan ngadhu dan sa’o yaitu adalah makan Bersama acara sukuran pembuatan Rumah adat yang akan dilaksanakan disaat pembuatan rumah adat yang baru, Seperti Gambar berikut:

 

                                  

      1. Gambar;  Ngadhu                                                                         2. Gambar; Sa’o                

 

Mengapa biayanya sangat mahal saat pembuatan rumah adat tersebut?

Yang membuat biaya mahal saat membuat rumah adat tersebut ialah biaya kurban hewan, yaitu sebagai berikut:

-          Babi mencapai 250 ekor harga tiap ekor berkisar Rp 9 Juta sampai Rp 12.juta

-          Kerbau mencapai 15 ekor harga tiap ekor berkisar 20 juta sampai 25 juta

-          Ayam mencapai 300 ekor

 

Jumlah tersebut diatas belum terhitung Beras dan lain sebagainya.

Dengan biaya  yang fantastis tersebut diatas sangat disayangkan yang hanya menghasilkan satu buah ruma adat saja, itu belum termasuk pembuatan ngadhu dan bhaga

Pembuatan ngadhu juaga memakan biaya yang fantastis kurang lebih 40 % dari pembutan Rumah adat.

 

Kesimpulan:

Saya sangat mengapresisi dengan kekopakan saudara saudari saya yang bersatu sampai saat ini yang selalu melestarikan adat serta selalu bersama-sama mengumpukan dana untuk biaya pembuatan rumah adat dan ngadhu tersebut.

Adapun yang saya sayangkan mengapa dana sebesar itu tidak bersatu untuk bisa kumpul untuk membentuk badan usaha milik suku untuk jangka Panjang?

            Saya sudah pernah kunjung keluarga saya untuk menyampaikan kepada mereka agar bersatu mengumpul dana untuk membentuk badan usaha sehingga bisa membangun lapangan kerja untuk mempekerjakan yang nganggur. Tapi usaha saya belum membuahkan hasil karena saya jarang berkunjung ke kampung.

Pandangan saya banyak mungkin sebagian saudara saudari saya sepertinya masih belum siap atau mungkin kurang memahami manfaat pengumpulan dana untuk berusaha jangka Panjang.

Dengan dana yang fantastis seperti diatas jika dimanfaatkan untuk membentuk suatu badan usaha lalu dikelolah dengan system manajemen yang baik pasti akan membuahkan hasil.

 

Penutup;

Akir kata saya mohon maaf kepada petua-petua pemangku adat khususnya di kabupaten ngada serta saudara-saudari saya, saya mohon maaf apabila ada tulisan atau kata-kata yang menyinggung perasaan petua-petua adat dan saudara saudari saya serta semuanya yang pembaca artikel saya ini.

Karena aetikel yang saya buat ini hanya untuk memberi pemahaman kita Bersama agar kita bisa seperti pengusaha lainnya yang berpikir membangun sehingga mengumpulkan dana seperti yang kita jalani selama ini untuk membangun rumah adat sehingga kita juga bisa mengumpulkan dana buat usaha Bersama.

Semoga Artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca, dan saya mengharapkan kritik dan saran dari saudara saudari, karena dengan memberi kritik dan masukan yang baik dari saudara-saudari sangat saya harapkan.

Kiranya tuhan memberkati rencana dan niat baik kita untuk generasi penerus dan masadepan kita Bersama untuk membangun dan menjaga budaya kita demi bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.

 

Salam hormat dari saya:

    By; Vinsensius Dari Paul Ratu   

.

 


Komentar